BUDISNI : BERI AKU SEBUAH DANGDUT KETIKA CINTAKU KALAH

Perkenalan penulis dengan Budisni adalah sebuah keberuntungan karena sama-sama tampil pada suatu pertunjukan musik di kota Bandung, dimana saat itu terjadi kendala pada kelistrikan, tanpa ragu Budisni tampil tanpa pengeras suara dan hanya dengan sedikit seruan akapela, ia mampu menghipnotis penonton disana untuk hening berkumpul menikmati satu persatu repetoarnya.

Budisni merupakan musisi Indonesia yang berproses di kota Yogyakarta, tepat pada tanggal 14 Desember 2024, ia merilis sebuah single berjudul ‘Beri aku sebuah dangdut’, sebuah single yang catchy sekaligus menjadi representatif dari sosok Budisni dengan karakternya yang sangat unik dan sarat dengan kebebasan dalam bersyair.

‘Terbang terbang, dangdut membawa kita terbang, goyang seliar-liarnya.’

Pada tahun 2025 tepat bulan Juli sampai dengan Agustus, Budisni melaksanakan hajatan musik kecil-kecilannya pada beberapa tempat di kota Yogyakarta, Mini Tur bertajuk ‘Cintaku Kalah’ bersama Sobri Lail sebagai rekannya dalam pencarian bentuk artistik di ruang publik.

Dan sekali lagi penulis beruntung menyaksikan pertunjukan sederhana namun sarat makna dari setiap puzzle-puzzle yang tersaji dalam repetoar yang unik ini bersamaan dengan puluhan pesawat kertas yang melayang tanpa komando yang dilemparkan penonton dengan berbagai macam ekspresi baik marah, bahagia, sedih, atau apapun itu.

Sekali lagi, Budisni tak gagal dalam mengeksekusi pertunjukannya dengan beberapa dari karyanya baik yang telah terpublikasi maupun belum terpublikasi di kanal streaming musik digital.

Silahkan dengarkan single berjudul ‘Beri aku sebuah dangdut’ dan ‘Cintaku Kalah’ dari Budisni yang terpublikasi secara digital di Spotify, Youtube, Apple Music, dan lainnya, yang akan menjadi perangkai menuju albumnya kelak.

Noviarie Pratamarsyah
Noviarie Pratamarsyah

Penulis, Musisi, dan Jurnalis kelahiran Palembang, Indonesia. Saat ini aktif bermusik dengan projek soloisnya bernama SEMBILU, selain itu pernah aktif sebagai Announcer, Host, dan Jurnalis, serta terlibat sebagai kurator di tim komite kerja relawan proyek album kompilasi BERSAMA BERSUARA Vol 1 sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Permusikan di tahun 2019, sebelum pada akhir memilih untuk berkeliling Indonesia melakukan tur musik mandiri sembari mencatat aktifitas musik di kultur adat, komunitas seni, dan sel kolektif di Indonesia.