“Setiap orang punya alter ego, ‘Negeri Para Bagundal’ alter ego versi Helmi”
TANDA SERU! Pelepasan sisi liar Helmi (lead guitar & vocalist) dalam bentuk project band -dari nama band aja udah keliatan simple tapi sangar-. Formasi dengan 3 personil; Leca Percussion (drum) dan Evanny Noei Rana (bass), menjelaskan betapa berpengaruhnya Nirvana dalam perjalanan TANDA SERU! untuk memulai langkah produktifitasnya.
Menghadirkan sebuah track pembuka yang tajam dengan judul brutal “Setiap Hari Kami Berdoa Agar Koruptor Mati”, sebuah track yang dibuka dengan riff gitar yang tak terlalu distorsi, bermain simple tapi terasa cukup klimaks grunge-nya ketika drum dan bass mulai ikut dimainkan. Lirikal yang lugas dan to the point mengenai isu-isu sosial, memenuhi 5 track dari EP ini. Peluru ke-2 “Panitia Akhirat” membawa nostalgia musikalitas “In Utero” Nirvana, persona gitar dan bass kental khas grunge ala Nirvana. “Negeri Para Bagundal” membawa suasana yang sedikit berbeda, lirikal yang masih persoalan kritisi dibawakan dengan aransemen music yang lebih Santai, namun berhasil membuat “aura” muak dan marahnya lebih terasa -persoalan apa yang dibicarakan-. Tiga track lainnya, membawakan karakter ‘serupa tapi tak sama’dengan lagu-lagu sebelumnya, yang memang masih membicarakan hal yang topiknya mirip.
EP ini meluncurkan 5 track (Setiap Hari Kami Berdoa Agar Koruptor Mati, Panitia Akhirat, Negeri Para Bagundal, Sidang Boneka, Tanda Baru) sebagai pangan konsumsi penikmat grunge dengan lirikal lokal keras kritik sosial. TANDA SERU! Mengudarakan ‘Negeri Para Bagundal’-nya sejak 19 May 2025. TANDA SERU! Bisa menjadi obat rindu bagi pendengar lagu-lagu Nirvana yang keras -Nirvana versi lite- ya karna memang pengaruh Nirvana sangat kental bagi founder dari band ini yang lalu di tuangkan ke dalam karya-karyanya, untuk sekedar mengobati kerinduan produktifitas khas Nirvana ‘khas lokal’, TANDA SERU! Sangat bisa menjadi jawaban.




