Ada fase dalam perjalanan sebuah grup band ketika musik tak lagi sekadar soal bunyi, tapi juga jadi ruang untuk mengendapkan pengalaman, keresahan, dan keyakinan yang tumbuh pelan-pelan di tengah hidup yang tak selalu pasti. Fase itu kini sedang dijalani oleh SIDELINE.
Band alternative/modern rock asal Solo tersebut merilis karya baru berupa single berjudul ‘Niscaya’ pada Jumat 1 Mei 2026 di seluruh digital streaming platform (DSP). Lebih dari sekadar single anyar, ‘Niscaya’ hadir sebagai titik awal dari fase terbaru SIDELINE. Fase yang membawa energi baru itu menghasilkan arah musikal yang semakin matang dan identitas yang terasa semakin utuh.
‘Niscaya’: Hubungan Personal Manusia Dengan Tuhan
Secara lirik, ‘Niscaya’ ditulis oleh Rivaldi R Manurung, Rivaldo H Manurung, dan Deasy R Panjaitan, sementara aransemen lagunya digubah oleh Tan Defri Ramadhani sebagai komposer. Menurut SIDELINE, ‘Niscaya’ adalah sebuah karya yang lahir dari kesadaran bahwa dalam setiap fase kehidupan, baik saat kita berada di titik terendah, penuh keraguan, maupun ketika menghadapi berbagai persoalan yang terasa berat, manusia selalu memiliki satu tempat untuk kembali.
“Lagu ini menggambarkan hubungan personal antara manusia dengan Tuhan, sebagai ruang paling jujur untuk bercerita, mengeluh, meminta, dan mencari ketenangan,” ujar Rivaldi R Manurung. “Melalui ‘Niscaya’, kami ingin menyampaikan bahwa seberapa jauh pun kita tersesat atau terjatuh, pada akhirnya kita akan kembali kepada-Nya, karena di sanalah kita menemukan harapan dan jawaban,” kata Rivaldo H Manurung.
Vokalis Baru, Babak Baru
Salah satu momen penting dari perilisan ‘Niscaya’ adalah fakta bahwa lagu ini memperlihatkan semangat baru SIDELINE bersama vokalis terbaru mereka, Deasy R Panjaitan. Setelah sebelumnya dikenal dengan formasi vokal yang diisi oleh Winanda Utami, SIDELINE kini memasuki babak baru bersama Deasy R Panjaitan. Pergantian ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan band, sekaligus membuka ruang eksplorasi baru bagi identitas musikal mereka ke depan.
Bagi SIDELINE, perubahan ini bukan semata soal pergantian personel, melainkan bagian dari proses evolusi. Kehadiran Deasy membawa warna yang terasa segar, sekaligus memberi dimensi baru pada karakter emosional SIDELINE. Dalam ‘Niscaya’, transisi tersebut terasa cukup jelas: ada nuansa baru yang muncul, namun tetap terhubung dengan fondasi musikal yang sudah mereka bangun sejak awal.
Karena itu, ‘Niscaya’ terasa bukan hanya sebagai lagu baru, tetapi juga sebagai simbol dari langkah baru SIDELINE yang lebih segar, lebih mantap, dan lebih siap menatap fase berikutnya. Untuk proses produksinya, SIDELINE mengerjakan seluruh perekaman instrumen di Esix Room Studio, sementara khusus vokal direkam di Neverland Studio.
Tahap mixing dan mastering digarap oleh Ian Anatha (WAIT, Alectrona), yang memberi sentuhan akhir pada karakter sonik lagu ini agar terdengar solid, rapi, dan tetap memiliki bobot emosional yang dibutuhkan lagu-lagu dengan napas modern rock saat ini. Sementara itu, aspek visual dari perilisan lagu ini diperkuat melalui single artwork yang dikerjakan oleh Karma Illustration. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman utuh dari ‘Niscaya’, baik dari sisi audio maupun visual.
Single ‘Niscaya’ dirilis melalui Polarity Records, label rekaman asal Jogja yang menaungi perjalanan SIDELINE. Lewat rilisan ini, SIDELINE dan Polarity Records kembali menegaskan komitmen mereka untuk terus menghadirkan karya yang tidak hanya relevan secara musikal, tetapi juga memiliki identitas yang kuat. Sebab, sejak dibentuk empat tahun lalu, SIDELINE telah menunjukkan langkah yang cukup konsisten dalam membangun katalog karya mereka.
Pada tahun 2024, mereka merilis mini album atau extended play (EP) ‘Relapse’ yang berisi enam lagu. Dari rilisan tersebut, salah satu nomor yang paling mencuri perhatian adalah ‘Tragedy Feat. Faizal Permana’, yang berhasil mencatatkan capaian impresif secara digital: 1,4 juta plays di Spotify dan 1 juta views untuk video klipnya di YouTube.
Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa SIDELINE bukan sekadar band yang produktif, tetapi juga memiliki koneksi yang nyata dengan pendengarnya. Mereka telah membangun fondasi yang cukup kuat, dan ‘Niscaya’ hadir sebagai kelanjutan yang terasa wajar sekaligus menjanjikan.
Sekadar diketahui, SIDELINE adalah unit modern rock dari Solo, Indonesia yang dibentuk pada tahun 2022. Kemunculannya langsung menuai atensi publik karena penampilan mereka yang energik, punya lirik yang mendalam, dan aransemen lagu yang bernyawa.
Sebelum ‘Niscaya’, SIDELINE lebih dulu membuka tahun 2026 dengan merilis EP ‘Refl ection’, sebuah rilisan yang mengambil tiga lagu terbaik dari EP ‘Relapse’ lalu membawanya ke dalam format versi akustik. Jika ‘Refl ection’ memperlihatkan sisi SIDELINE yang lebih intim dan kontemplatif, maka ‘Niscaya’ terasa seperti langkah berikutnya yang lebih utuh dan megah. Lagu ini seperti menjadi jembatan antara apa yang telah mereka bangun sejauh ini dan apa yang sedang mereka tuju ke depan.
Pada titik ini, SIDELINE yang beranggotakan Deasy R Panjaitan (vokal), Rivaldi R Manurung (drum), dan Rivaldo H Manurung (gitar) terdengar seperti band yang semakin memahami siapa mereka, apa yang ingin mereka sampaikan, dan bagaimana cara menyampaikannya dengan lebih jujur.
Narahubung : Whatsapp – [0818 110 586] iJham
Email : sidelineband4@gmail.com
Media Sosial : Instagram | officialsideline




