Tak perlu waktu lama, SMARAI resmi merilis album penuh setelah sebelumnya mengeluarkan karya perkenalan berupa single berjudul ‘Ajari Aku’ pada Oktober 2025. Pada album baru yang berisi sembilan lagu itu diberi judul ‘Semai’.
Album ‘Semai’ bukan sekadar kumpulan karya, tetapi representasi proses: menanam harapan, merawat luka, menumbuhkan keberanian untuk terus melanjutkan perjalanan hidup lewat sembilan karya lagu. Judul ‘Semai’ merepresentasikan fase awal pertumbuhan. Setiap lagu di dalamnya adalah potongan fase kehidupan, pembelajaran, penerimaan, dan optimisme.
Menurut SMARAI, ‘Semai’ dan mereka adalah seperti satu kesatuan sebab akibat yang tidak bisa dipisahkan. Smarai dari kata ‘semarai’ yang berarti tumbuh, berkembang, dan merekah, harus diawali dengan ‘Semai’ yang mereka maknai sebagai sebuah pijakan atau langkah awal untuk memulai sebuah perjalanan.
“Maka setelah kami merilis single ‘Ajari Aku’, kami melanjutkan perjalanan tersebut dengan album ‘Semai’ untuk membuka lebih lebar pintu rumah kami, untuk memperkenalkan diri dengan lebih utuh sebagai band baru, juga untuk mewujudkan komitmen bahwa SMARAI adalah grup yang serius sejak hari pertama kami terbentuk,” kata Dhedot (Dedy Riyono) mengawali.
Memperkenalkan ‘Optimis’ sebagai lagu andalan kedua
Lagu ‘Optimis’ berada pada urutan terakhir di album ‘Semai’. Lagu ciptaan Agib Tanjung ini masih terasa fresh seperti ‘Ajari Aku’, namun bedanya aransemennya lebih terasa dibangun secara gradual: dimulai dengan nuansa refl ektif dengan reffrain/chorus ditampilkan sejak awal, lalu berkembang menuju klimaks emosional yang uplifting dari verse hingga pre chorus-nya.
Secara garis besar, ‘Optimis’ menceritakan momentum krusial yang hampir pernah dirasakan oleh semua orang: mengalami masa-masa sulit, belajar melawan keadaan karena kegagalan, dan pada akhirnya mampu menghadapi semua masalah dengan keberanian.
“Lagu ini adalah lagu untuk kita semua, lagu tentang bertahan menghadapi masalah tanpa menyangkal luka. Lagu ini tidak menafi kan kesedihan, tidak juga menyangkal kegagalan, tetapi justru keberanian untuk berdiri di tengah badai dan memilih untuk tetap melangkah,” kata Agib Tanjung.
Menurut Agib Tanjung, sejak awal lirik lagu ‘Optimis’ memang tidak ia rancang untuk tema spesifi k, misalnya seperti percintaan sepasang kekasih, namun lebih kepada masalah umum yang biasa dihadapi banyak orang. Bisa problem personal dan keluarga, masalah karier dan keuangan, hingga masalah sosial yang efeknya selalu berujung pada kesehatan mental.
“SMARAI sepakat memilih lagu ‘Optimis’ sebagai single kedua karena kami merasa tema lagu ini selalu timeless, bisa selalu relate dengan kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap lagu ini bisa jadi penyemangat banyak orang, bahwa hidup memang tidak selalu baik, tapi kita harus punya mental untuk selalu optimis,” ujar Agib Tanjung.
Bikin video klip dan fi lm pendek ceritakan suka duka profesi guru honorer
Ungkapan “Kalau bisa bikin fi lm, ya kenapa tidak?” mungkin bakal selalu kesampaian dalam setiap pengkaryaan SMARAI. Sama seperti saat peluncuran single ‘Ajari Aku’, pada perilisan ‘Optimis’ ini SMARAI juga tak cuma membuat video klip, tapi juga sekaligus memproduksi fi lm pendek lagi. Pengkaryaan video ini juga masih dipegang oleh Gelora Abadi Sentosa Indonesia (GAS.ID), unit kerja kreatif milik Bagoes Kresnawan sendiri. Pengerjaan fi lm scoring dikerjakan oleh Aza Ardito dan Sasi Kirono.
Jika saat ‘Ajari Aku’ lebih mengekspos tentang percintaan kawula muda, berbeda halnya dengan video klip dan fi lm pendek ‘Optimis’. Pada kesempatan kali ini, Bagoes Kresnawan selaku sutradara, menerjemahkan ‘Optimis’ dalam cerita suka duka profesi seorang guru honorer.
Video klip sekaligus fi lm pendek ‘Optimis’ mengangkat cerita tentang seorang guru honorer yang harus bertahan di tengah kerasnya himpitan ekonomi dan rutinitas hidup yang serba terbatas. Kesehariannya dipenuhi dengan berbagai ujian, mulai dari makan dengan lauk seadanya, konfl ik adu mulut dengan ibu kos karena tunggakan uang sewa, hingga perjuangan fi sik menembus jalanan sulit hanya untuk bisa sampai ke sekolah. Puncak keputusasaannya memuncak ketika sang istri tak lagi sanggup menahan derita kemiskinan dan memilih pergi meninggalkannya.
“Sejak awal, aku berpikir lagu ‘Optimis’ ini harus relate, karena dari liriknya ini bisa sangat luas. Aku langsung kepikiran, profesi guru honorer ini bisa diangkat, terlebih profesinya masih akan selalu tersorot dengan segala problematikanya,” kata Bagoes Kresnawan.
Namun, tepat di titik terendahnya saat ia hampir menyerah pada keadaan, sosok guru honorer yang bernama Abdul (Kukuh Prasetya) ini ternyata kembali menemukan secercah kekuatan. Ia melihat senyum tulus dan semangat belajar yang menyala-nyala dari anak didiknya di kelas. Momentum itu membuat segala lelahnya sirna, memberinya alasan kuat untuk tetap bertahan dan menatap masa depan dengan optimis.
“Paling krusial gaji yang sedikit, ketidakpastian karier, masalah tekanan dari keluarga dan lingkungan, dan lagi-lagi bisa berkaitan dengan kesehatan mentalnya. Ini relevan dengan lirik lagu ‘Optimis’,” ujar Bagoes Kresnawan.
Dalam proses pembuatannya, album ‘Semai’ dikerjakan di Satrio Piningit Studio. Perekaman instrumen dikawal ketat oleh Abraham Mico (Pleasure Seekers) sebagai sound engineer. Untuk mixing dan mastering sembilan lagu, dikerjakan seluruhnya oleh Sasi Kirono.
Rilis album dan fi lm pendek bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional
Album ‘Semai’ rilis di gerai-gerai musik digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dll pada Sabtu 2 Mei 2026. Untuk fi lm pendek ‘Optimis’ juga akan tayang pada waktu yang sama dan video klipnya menyusul dalam beberapa hari berikutnya. Kedua video itu dapat dinikmati melalui kanal YouTube SMARAI.
Menariknya, fi lm pendek ‘Optimis’ yang tayang pada 2 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Pemilihan tanggal ini bukan tanpa alasan. SMARAI menilai momentum tersebut sangat relevan dengan tema yang diangkat, yakni tentang suka duka kehidupan seorang guru honorer.
Melalui perilisan di hari yang identik dengan dunia pendidikan, SMARAI berharap pesan dalam ‘Optimis’ dapat terasa lebih kuat sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap para tenaga pendidik yang terus berjuang di tengah berbagai keterbatasan.
Sekadar diketahui, SMARAI dibentuk pada pertengahan tahun 2023. Nama SMARAI diambil dari kata ‘semarai’, yang berarti tumbuh kembang dan merekah. Mereka memperkenalkan diri dengan mengeluarkan satu lagu berjudul ‘Ajari Aku’.
Usai perilisan single ‘Ajari Aku’, SMARAI telah banyak membuat aktivasi online maupun offl ine. Selain masih terus membuat konten turunan soal ‘Ajari Aku’, SMARAI juga secara konsisten terus membuat konten bernama Main Bareng. Konten ini berupa video pendek 1-2 menit, mengajak kolaborator untuk menyanyikan ‘Ajari Aku’ secara bersama-sama. Kolaboratornya beragam, dari grup band, solois, MC, hingga komedian juga turut serta diajak ngonten bareng. Konten ini sangat banyak menarik perhatian dan beberapa videonya langsung tembus ratusan ribu penayangan di Instagram.
Tak cuma soal konten nge-band melulu, para personel SMARAI nyatanya juga bisa beradu akting. SMARAI sempat membuat konten drama pendek, yang dibuat secara serius dari segi cerita hingga kualitas audio visualnya.
Tak kehabisan ide, pada Ramadan 2026, SMARAI kembali membuat gebrakan baru. SMARAI menginisiasi aktivasi offl ine kolektif bernama Pentasore, sebuah pentas musik kecil pada sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa. Tidak sendirian, SMARAI juga mengajak rekan-rekan musisi terpilih untuk tampil memeriahkan acara tersebut. Pentasore sukses digelar tiga kali, di tiga tempat berbeda, dalam rentang waktu pelaksanaan selama dua pekan. Semuanya dikerjakan secara mandiri dengan keterlibatan personel dan tim produksi SMARAI saja.




