Septears Rilis Lagu Keempat Berjudul “Hitam”: Tentang Luka yang Akan Selalu Ada di Tempat yang Sama

Setelah merilis lagu ketiganya berjudul “Senyumanmu” di tahun lalu, Septears, solois asal Malang, kembali merilis lagu berikutnya berjudul “Hitam”. Lagu ini menghadirkan emosi paling jujur tentang kenyataan bahwa luka tidak akan hilang, walaupun seseorang yakin sudah move on dari cinta lamanya.

“Hitam” memberikan gambaran nyata bagaimana seseorang bisa mencari pelarian sejauh mungkin, tetapi luka dan rasa sepi masih menghantui. Dianalogikan sebagai warna hitam, karena pelarian itu terkadang tidak berarti hal baik bagi orang lain, namun bagi seseorang yang berusaha melupakan sesuatu yang melekat dalam kehidupannya hal itu bisa dibenarkan juga. Sampai pada akhirnya, pelarian itu memberikan kesadaran bahwa yang terpenting bukanlah menghilangkan luka, tetapi ketika teringat momen terindah dahulu, perasaan kita sudah jauh berbeda.

Menurut Septears, ketika sudah move on, seseorang bisa merasa bahwa hidupnya kembali seperti dahulu sebelum pernah tersentuh luka. Namun, yang terjadi adalah hidup terus berjalan beriringan bersama luka yang pernah dirasakan. Luka itu tetap di tempat yang sama, tidak berpindah, mengecil, atau terlupakan, namun kita saja yang meluaskan dunia kita sehingga seolah-olah luka itu tidak pernah ada. Itulah pesan yang disampaikan dari lagu “Hitam”.

Septears mengatakan bahwa lagu ini terpusat pada lirik “Rimbanya sepi pernah ku lalui, walau mungkin ku belum sempat mengakhiri”, seseorang bisa merasa bahwa sudah tidak merasa kesepian dengan pelarian yang sudah dilakukan, tetapi sadar bahwa rasa sepi itu akan selalu ada. Begitu juga luka yang pernah dirasakan, dia akan tetap di sana, sebagai memori pengingat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan. Tidak masalah jika pernah merasa terluka, namun apakah luka itu bisa mempengaruhi kita di masa kini.

“Hitam” dikemas dengan genre ballad jazz. Menurut Decky Anugrah sebagai produser dan arranger, ada kesulitan saat mengemas lagu ini supaya tetap terdengar simple is more, karena menghadirkan suasana gelap di saat otak terasa ramai. Instrumen drum dalam lagu ini spesial karena disaat lirik dan suasana ingin kembali ke suasana cerah, drum nya justru menarik untuk tetap di suasana gelap. Lagu ini juga di mixing, mastering dan diisi gitar oleh Hanung Paraduta di Paraduta Record, dan dibantu oleh Ilham Nur Syuhada.

Dari lagu ini, Septears berharap karyanya bisa menemukan pendengarnya, memeluk perasaan pendengar, terutama bagi mereka yang pernah merasakan luka. Lagu ini memberi ruang untuk pendengar menerima luka itu sebagai sesuatu yang harusnya tidak dilepaskan, tetapi belajar dibersamai bersama kehidupan yang dilalui.

Akan tersedia di berbagai platform musik digital pada 16 Juli 2026, “Hitam” siap menjadi teman harimu yang sepi.

dailyrecords
dailyrecords

Musisi paruh waktu yang mengelola Polarity Records sebagai Agregator, sedang belajar menjadi seorang Penulis, Produser Musik dan Event.