Berawal dari kuartet Angkasara yang hadir sejak 2018, Rumi resmi memasuki babak barunya sebagai trio pada Januari 2026. Rumi kini menjadi trio beranggotakan Agnesia Puji Karisma Putri (Agnes), Pramatatya Marta Mahendra (Tata), dan Mohamad Isra’ Ardiansyah (Bom Bom). Pada akhir 2025, ketiganya sempat memutuskan untuk mengubah konsep musik Angkasara menjadi city pop tanpa mengganti nama. Namun, setelah mendapat sejumlah masukan, mereka akhirnya memilih untuk melakukan rebranding, baik dari segi musik maupun konsep.
Dari brainstorming tersebut lahirlah nama Rumiko yang kemudian dikenal sebagai Rumi. Rumi. Mereka resmi memperkenalkan diri pada Januari 2026 sebagai bentuk dan entitas baru dari perjalanan ketiganya, dengan karakter serta arah musikal yang ingin mereka eksplorasi lebih jauh. Maret 2026, mereka merilis demo perkenalan “hi! Rumiko” di bandcamp. Rilis 4 September 2026 ini Maxi Single “Rumi” menjadi rilisan resmi Rumi, sebagai sebuah perkenalan kepada para pendengar.
“Melalui maxi single ini, kami mencoba berkenalan dengan teman-teman audiens atau pendengar melalui demo perkenalan kami di bandcamp. Pendengar juga boleh memanggil kami Rumi. Musik kami menggabungkan pop dengan berbagai aliran lain seperti city pop, R&B, soul, jazz, dan lainnya. Karena itu, mungkin kami bisa menyebut musik yang kami bawakan sebagai pop kreatif,” ujar Agnes.
“Di sisi lain, kami ingin mengajak teman-teman untuk ikut masuk ke dalam cerita yang kami tuangkan menjadi sebuah lagu. Dalam ‘Irama Lantai Dansa’, kami mencoba menggabungkan sedikit unsur irama salsa yang menjadi salah satu daya tarik lagu ini, disertai lirik yang santai dan mudah dipahami pendengar. Yang penting, jangan lupa ikut berdansa,” tambah Agnes.
Secara musikal, Rumi. banyak dipengaruhi oleh city pop Jepang dan pop kreatif Indonesia, sementara referensi personal dari masing-masing personel turut memberikan warna tersendiri. Perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari karakter Rumi., dengan setiap ide dan karakter musikal diramu menjadi satu kesatuan. Di luar dua pengaruh utama tersebut, Rumi. turut mengeksplorasi permainan gitar funk serta memasukkan elemen jazz dan disco yang kemudian disesuaikan dengan karakter mereka saat ini.
“Selain city pop Jepang dan pop kreatif Indonesia, Rumi juga banyak mengeksplorasi gaya permainan gitar funk serta sedikit memasukkan unsur jazz dan disco. Berbagai pengaruh tersebut kemudian kami olah dan sesuaikan dengan karakter Rumi, sehingga menghasilkan warna musik yang kami rasa cukup merepresentasikan Rumi untuk saat ini,” jelas Tata.
Pengerjaan maxi single ini berjalan beriringan dengan proses produksi album perdana Rumi. yang dimulai pada Januari 2026 melalui workshop. Dari workshop tersebut, mereka menghasilkan sembilan lagu sebelum akhirnya memilih delapan materi untuk masuk ke album. Proses kemudian berlanjut pada Februari hingga April melalui tahap final guide dan perekaman seluruh instrumen hingga vokal di Paraduta Record, sebelum memasuki tahap editing, mixing, dan mastering di RA2 Studio pada Mei hingga Agustus 2026.
“Untuk pengerjaan Maxi ini bersamaan dengan pengerjaan Album yang nantinya akan dirilis, kami mulai kira-kira di bulan Januari 2026 dengan Workshop dan menghasilkan 9 lagu. Dalam proses pengerjaannya akhirnya kami memilih 8 lagu yang nantinya akan masuk dalam album pertama rumi. Di bulan Februari-April kami mulai pengerjaan final Guide & Recording semua instrument hingga Vocal di Paraduta Record. Dan masuk tahap editing, mixing & mastering di bulan Mei-Agustus di RA2 Studio,” tutur Agnes
Selama produksi, workshop menjadi bagian penting bagi Rumi karena mempertemukan personel, produser, dan tim untuk membangun kembali kedekatan setelah Angkasara hiatus sekaligus membahas arah, konsep, cerita, dan karakter musik album. Kehadiran produser Decky Anugrah Pratama Putra dan KVLTURA LAB. turut memperkaya proses kreatif tersebut. Dalam satu hari, mereka berhasil menciptakan sembilan lagu yang sebagian besar berangkat dari cerita personal dan membentuk karakter bernama RUMIKO. Proses spontan ini menjadi pengalaman baru bagi ketiganya sekaligus menghasilkan materi untuk album, termasuk maxi single ini.
“Hal menarik dari workshop tersebut adalah untuk pertama kalinya kami kembali berkumpul dalam satu waktu dan tempat dengan visi yang sama untuk mengerjakan album pertama Rumi. Selain bonding dan brainstorming bersama produser serta tim untuk menentukan arah album, kami juga berhasil menciptakan sembilan lagu dalam sehari. Sebagian besar materinya diambil dari cerita personal kami dan kemudian membentuk karakter atau sosok bernama RUMIKO. Bagi kami, proses yang spontan dan menyenangkan ini menjadi pengalaman baru sekaligus mengembalikan keseruan bermusik bersama setelah Angkasara hiatus,” jelas Bom Bom.
Maxi single ini juga menjadi salah satu langkah awal menuju album perdana Rumi. yang saat ini tengah memasuki tahap mixing dan mastering. Setelah album dirilis, Rumi. telah mempersiapkan sejumlah agenda lanjutan, termasuk rencana tur, produksi merchandise, live session untuk keseluruhan album, serta showcase album.
“Setelah merilis Maxi Single ini, mungkin akan ada rencana merilis Full Albumnya. Saat ini beberapa materi untuk album sudah masuk ke tahap mixing dan mastering, jadi prosesnya juga sedang berjalan. Setelah itu kita berencana juga untuk tour, tapi untuk titiknya masih belum bisa dipastikan. Sisanya yang mungkin sudah terbayangkan yaitu bikin merch, cari main-main, dan akan bikin Live Session Full Album. Terus yang pasti akan ada SHOWCASE Full Album. Jadi kurang lebih maxi single ini bisa dibilang menjadi salah satu langkah menuju materi album yang sedang kami persiapkan,” pungkas Bombom
Dengan demikian, maxi single ini menjadi bagian awal dari rangkaian perjalanan Rumi dalam memperkenalkan identitas baru sekaligus membuka jalan menuju materi penuh yang sedang mereka persiapkan. Bagi kalian penggemar pop kreatif indonesia yang diramu dengan city pop bersalut disco, mulai 4 September 2026 kalian bisa segera menikmati sajian dari Rumi ini di semua streaming platform




