Ingin Buktikan Bahwa Beda Opini Dan Melawan Arus Bukanlah Hal Tabu, Unit Surf Rock Malang, Skeim Rilis Single Perdana “Sail Prayers”

Malang, 6 September 2026 – Berawal dari pertemanan dan sebuah malam kacau selepas acara kampus, SKEIM terbentuk di Kota Malang pada 6 Oktober 2024, dengan nama yang terinspirasi dari istilah “SKEMBONG”, sebuah lelucon yang lahir dari obrolan di kios rawon menjelang pagi sekaligus menjadi cara mereka merawat ingatan atas awal perjalanan bersama. Beranggotakan Fezy (vokal/gitar ritme), Zeva (gitar utama), Ilham (drum), Alfin (bass), dan Tommy (keyboard), SKEIM memilih genre surf rock. SKEIM akhirnya merilis single pertamanya yang berjudul “Sail Prayers”. Skeim berharap single debut ini setidaknya bisa menjadi pengiring momen berkendara motor, setidaknya oleh anggotanya sendiri. Lagu ini menjadi langkah pertama SKEIM dalam memperkenalkan keresahan dan kegelisahan sehari-hari melalui musik. Lahir dari pengalaman-pengalaman sederhana yang sering kali dianggap sepele, tetapi diam-diam cukup mengganggu pikiran, single “Sail Prayers” rilis sejak 6 September 2026 di semua DSP.

“Lagu ini bercerita tentang perjalanan pertemanan yang sempat diberi stigma buruk oleh lingkungan. Kami memilih untuk tidak terpengaruh dan membuktikan bahwa perbedaan bukanlah kesalahan. Melalui sebuah gerakan kolektif yang tumbuh secara organik, kami berusaha menghadirkan dampak baik bagi sekitar, tanpa mencari validasi atau pembenaran. Bagi kami, mengambil sikap sesuai apa yang diyakini benar adalah bentuk menghargai diri sendiri sekaligus merawat lingkungan,” Ujar Zeva

Lagu “Sail Prayers” menceritakan perjalanan sebuah pertemanan yang terlanjur mendapat stigma kurang baik dari lingkungan sekitar. Kesadaran atas pandangan tersebut mendorong mereka membangun sebuah gerakan kolektif yang lahir secara organik dari keresahan dan kesadaran bersama, bukan untuk mencari validasi atau pembenaran, melainkan menghadirkan dampak positif bagi lingkungan. Melalui kolektif tersebut, mereka ingin menunjukkan bahwa mengambil sikap berbeda tidak selalu berarti melawan arus itu buruk atau menciptakan masalah. Lewat lagu ini, mereka menitipkan pesan bahwa menjadi berbeda dan bertindak sesuai keyakinan bukanlah sebuah kesalahan, melainkan langkah kecil untuk menghargai diri sendiri sekaligus memberi arti bagi sekitar.

Elemen surf rock hadir dalam lagu “Sail Prayers” dengan The Panturas sebagai salah satu kiblat kreatif SKEIM selama proses produksi. Dengan tambahan beberapa influence band – band horror surf seperti Satan’s Pilgrim dan The Phantom Surfers yang berat sentuhan keyboard Hammond.

Lagu single “Sail Prayers” menurutku secara nada berasa vibes horror dibagian intro maka dari itu aku menambahkan Hammond dengan settingan drawbar rada horror dan sound fx hujan petir,” tutur Tommy.

Pengerjaan single ini berlangsung cukup lama di kamar Tommy yang disulap menjadi studio sederhana. Materi sudah ada sejak pertengahan tahun 2025, kemudian Skeim baru memulai rekaman pada Mei 2026 sampai selesai Juli 2026. Tertunda akibat masih mencari informasi untuk rekanan aggregator dan cara upload, akhirnya “Sail Prayers” berhasil dirilis pada 6 September 2026. Mengusung semangat mandiri, SKEIM mengerjakannya dengan peralatan seadanya sembari menabung untuk melengkapi kebutuhan produksi.

“Kami sedang melanjutkan materi yang sebelumnya sudah ada dan proses rekamannya sudah berjalan sekitar setengah. Insyaallah bulan depan akan kembali merilis materi baru. Untuk rencana ke depan, SKEIM juga ingin terlebih dahulu menggarap sebuah EP,” ujar Tommy.

SKEIM saat ini melanjutkan pengerjaan materi yang telah tersedia dan sebagian telah direkam. Band ini juga berencana merilis materi terbaru pada bulan mendatang, sebelum melanjutkan proses penggarapan EP sebagai bagian dari rencana pengembangan karya mereka ke depan. Single “Sail Prayers” menjadi rangkuman atas kegelisahan kolektif para anggota band sekaligus doa yang mereka titipkan melalui single debut ini. Single ini sudah bisa mulai disimak di semua DSP sejak 6 September 2026.

dailyrecords
dailyrecords

Musisi paruh waktu yang mengelola Polarity Records sebagai Agregator, sedang belajar menjadi seorang Penulis, Produser Musik dan Event.