IKSAN SKUTER : RAYA DAENDELS TOUR 2025

Di menjelang akhir 2025, Iksan Skuter melangsungkan tur musiknya melintasi belasan kota di Pulau Jawa mengikuti rute bersejarah, JALAN RAYA DAENDELS.

Sebuah tur unik yang dimana Iksan Skuter melangsungkan tur musiknya menggunakan Vespa dengan bahan bakar plastik, melewati rute Daendels yang berisikan sejarah dengan isu perbudakan, korupsi, manipulasi, sengketa lahan, dan intrik sosial lainnya. Seakan tur ini mempertegas karakter IKSAN dengan SKUTER-nya beserta sisi humanis-nya.

Sebagaimana lirik-lirik yang Iksan Skuter nyanyikan sepanjang perjalanannya bermusik, pada tur ini nampak jelas keresahan, kesedihan, kemarahan, dan kepasrahan ia ledakkan dengan elegan sebagai seorang musisi.

Tak dengan tangan kosong, Iksan Skuter ketika melangsungkan tur ini membawa oleh-oleh ke setiap daerah yang ia singgahi berupa sebuah single terbaru berjudul 1000km, dimana single ini seakan mengisyaratkan kehidupan manusia yang dinamis penuh gelap, terang, sedih, tawa, suka, duka yang datang silih berganti yang harus dilalui entah dengan perayaan ataupun serapahan.

“Membuang sial pada aspal jalanan,

Tertawakan nasib, Rayakan kehidupan,

Mengobati sakit, belajar merelakan”.

Tuntas sudah perjalanan panjang bernama Raya Daendels Tour 2025, melintasi; Anyer (Cilegon), Tangerang, Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung, Sumedang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, Rembang, Tuban, Gresik, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, dan Panarukan. Iksan Skuter kembali ke marwah-nya sebagai seorang musisi yang lahir dari lingkaran kecil, kembali berziarah ke kerumunan kecil yang hangat saling merangkul dan mengingatkan. Dalam perjalanan ini tak hanya semangat yang terburai berhamburan terpapar, tapi juga bagaimana ide dan gagasan tersampaikan pula.

18 Oktober – 20 November,

Anyer-Panarukan.

 

Iksan Skuter.

Raya Daendels, 2025.

Noviarie Pratamarsyah
Noviarie Pratamarsyah

Penulis, Musisi, dan Jurnalis kelahiran Palembang, Indonesia. Saat ini aktif bermusik dengan projek soloisnya bernama SEMBILU, selain itu pernah aktif sebagai Announcer, Host, dan Jurnalis, serta terlibat sebagai kurator di tim komite kerja relawan proyek album kompilasi BERSAMA BERSUARA Vol 1 sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Permusikan di tahun 2019, sebelum pada akhir memilih untuk berkeliling Indonesia melakukan tur musik mandiri sembari mencatat aktifitas musik di kultur adat, komunitas seni, dan sel kolektif di Indonesia.