Kereta Pekerti; Menyimak Sang Penari dan Lestari Nusantara

Sebagian dari kita mungkin akan sepakat jika kegelisahan pasti akan melahirkan karya yang jujur.

Menyimak kegelisahan dari Kereta Pekerti, sebuah grup asal kota Palu yang membawakan musik dengan corak etnik yang cukup kental.
Terbentuk pada 11 November 2023, Kereta Pekerti telah merilis 2 karya mereka Sang Penari dan Lestari Nusantara yang dipublikasikan oleh Polarity Records, dimana kegelisahan dan harapan yang bermuara pada penghargaan pun tersampaikan dengan baik melalui musik mereka.

Dimana pada Single Sang Penari ini menggiring kita ke sebuah persepsi bahwa menari bukanlah lenggak lenggok yang acap kali disalah artikan sebagai pengundang birahi, tapi bagaimana keselarasan gerak, pikiran, cerita, keindahan, etika, moral dan integritas terhadap apa yang dicintai yang harus diapresiasi. Single ini mengingatkan kita dengan sebuah Film dengan judul yang sama (Sang Penari: 2011), dimana streotip negatif masih marak sampai saat ini kepada sosok penari.

Dengan lirik yang lugas, Kereta Pekerti berhasil menepiskan streotip tersebut sekaligus menyampaikan penghargaan kepada para penari dengan balutan instrumental tradisi melalui karya mereka yang berjudul Sang Penari.

Begitu juga dengan single yang berjudul Lestari Nusantara, Kereta Pekerti mengajak para pendengar di Indonesia saat ini untuk lebih peka dan bangga terhadap jati diri sebagai bangsa yang memiliki banyak sekali kebudayaan yang kerap terlupakan, secara tak langsung mungkin mereka ingin menyampaikan; kalau tidak dimulai saat ini, maka kita akan menjadi bangsa yang akan kehilangan jati diri.

Karya yang sangat layak untuk mendapatkan sorotan, karena tak hanya membawakan unsur musik khas Indonesia namun mengusung nilai yang layak untuk diserap dalam keseharian.

Silahkan didengarkan dan diresapi makna dari 2 single Kereta Pekerti ini yang berjudul Sang Penari dan Lestari Nusantara melalui platform musik digitalmu.

Noviarie Pratamarsyah
Noviarie Pratamarsyah

Penulis, Musisi, dan Jurnalis kelahiran Palembang, Indonesia. Saat ini aktif bermusik dengan projek soloisnya bernama SEMBILU, selain itu pernah aktif sebagai Announcer, Host, dan Jurnalis, serta terlibat sebagai kurator di tim komite kerja relawan proyek album kompilasi BERSAMA BERSUARA Vol 1 sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Permusikan di tahun 2019, sebelum pada akhir memilih untuk berkeliling Indonesia melakukan tur musik mandiri sembari mencatat aktifitas musik di kultur adat, komunitas seni, dan sel kolektif di Indonesia.