HEXGRID : AMARAH DALAM BALUTAN NADA

Serang, 18 Juli 2025 HEXGRID merilis single perdana “LYCAN” dengan unsur Chaotic Metal, dan Metalcore eksperimental dalam setiap komposisinya. Dengan struktur lagu yang tidak terduga, struktur liar, dan lirik tentang kegilaan modern, tempo yang berubah-ubah secara ekstrem, dan vokal penuh amarah yang dibalut dalam metafora binatang buas.

HEXGRID adalah band Metal asal Kota Serang yang terinspirasi oleh band seperti The Dillinger Escape Plan, Converge, dan Frontierer, Vortex Collapse, Half me, No cure, Code orange, botch, Orthodox dan God complex.

“LYCAN” dari mitologi kuno yaitu “SERIGALA GILA” dan lagu ini mengkritik sosok manusia yang bisa berubah menjadi binatang buas, sering diasosiasikan dengan naluri liar, penyampaian kritik keras terhadap sifat asli manusia yang sering kali lebih buas dari binatang. Di balik pencitraan, moralitas palsu, dan egosentrik, manusia tetap memiliki naluri primitif: serakah, haus kekuasaan, saling menerkam sesama. Lagu ini mengungkapkan bahwa manusia, di balik segala topeng peradaban, tetap menyimpan naluri binatang—lebih buas, lebih kejam, dan lebih munafik dari hewan liar sekalipun.
“Dalam situasi yang cukup kelam dan tanpa kontrol, manusia akan kembali pada bentuk aslinya liar, brutal, dan berbahaya.”

“LYCAN” bukan hanya tentang seekor anjing tetapi “Serigala Buas” yang dimana seseorang manusia bisa melahirkan monster, seperti tentang makhluk yang tak pernah salah, tetapi terhukum, seperti mereka yang dibuang dan pada akhirnya kembali menggigit. Lagu ini adalah jeritan untuk semua yang pernah diperlakukan tidak adil, yang pernah dilukai tanpa alasan dan memilih untuk tidak diam dan melawan.

dailyrecords
dailyrecords

Musisi paruh waktu yang mengelola Polarity Records sebagai Agregator, sedang belajar menjadi seorang Penulis, Produser Musik dan Event.